Tuas Tambahan Jurus Jitu Marc Marquez

Tuas Tambahan Jurus Jitu Marc Marquez  – Performa sebuah motor balap tentunya harus sangat diperhatikan demi keamanan pengendara dan juga agar performa motor menawan saat balapan. Kini bahkan pecinta moto GP yang paham dengan seluk beluk motor, lebih teliti memperhatikan motor.

Pada umumnya tuas rem depan di stang kanan, tepat di depan tempat puntiran gas. Sementara aktivator rem belakang, letaknya pada kaki kanan. Pada sisi kiri setang, hanya ada satu tuas, yaitu pelepas kopling. Itulah konfigurasi yang banyak digunakan pembalap MotoGP. Malah, format ini banyak juga digunakan pada motor-motor bertransmisi manual yang dijual pabrikan seperti banyak diulas berita motor.

Namun hal baru terlihat pada MotoGP awal november lalu. Motor RC213V kendaraan Marc Marquez (Repsol Honda) memiliki dua buah tuas tarik di bagian sisi kiri setangnya. Tuas pendek berwarna silver dan juga tuas panjang berwarna hitam.

Sebenarnya, penggunaan tuas tambahan pada sisi kiri stang untuk rem ini bukanlah hal baru. Sejak era Mick Doohan, ia sudah berani menggunakan rem belakang yang dapat dioperasikan lewat tangan kiri. Caranya dengan mendorong tuas ke depan, lalu menggunakan jempol.

Dengan jempol kiri, tuas tersebut didorong untuk mengerem. Lantas, mengapa harus ada di tangan? Bukankah sudah ada juga di bagian kaki? Singkatnya, ketika masuk ke tikungan kanan, motor tentu akan miring ke arah yang sama. Dalam beberapa situasi, kaki kanan memang dpat digunakan untuk mengerem. Namun ada kalanya kaki tersebut harus berada di atas penopang dan tak memungkinkan untuk mengoperasikan rem karena kemiringan yang sangat rendah. Berita Motor ini tentunya menarik.

Sejak Doohan hingga beberapa waktu lalu, tuas tersebut diaktifkan dengan menggunakan jempol. Hal ini dipercaya agar pembalap tak keliru untuk menarik tuas rem atau kopling karena lokasinya bertumpuk. Namun Mark Marquez berinovasi. Dirinya meminta agar tuas dapat dioperasikan dengan menggunakan  jari telunjuk.

Apakah inj berbahaya? Ketika butuh mengerem, malah tuas kopling yang harus ditarik? Resiko ini memang dipahami oleh Mark Marquez. Namun ia mempunyai  alasan khusus. Marquez pernah pakai tuas tangan untuk rem belakang (metode jempol), namun tidak nyaman. Ia harus merasakan kendali pada setang dengan tangan. Dia mencoba motocross dan menggunkan kopling juga rem depan bersamaan. Terbukti lebih mudah dengan menggunakan metode tuas tarik (dengan telunjuk).

Biasanya Marquez sangat cepat di tikungan kiri. Dan saat menikung ke arah kanan, memang masih cepat, namun tidak sangat-sangat cepat pula. Di situlah marquez mencoba cara baru, namun ini baru fase mencoba. Faktanya, pada balapan kemarin, ia berhasil kedua. Padahal, ia start dari grid ke-11 yang notabene bukanlah situasi yang terbaik untuk memulai balapan. Hasil yang sangat bagus untuk dapat konfigurasi baru tuas remnya itu.

Itulah berita motor tentang keunikan Marquez. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *